Bengkulu – Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia jatuh setiap tanggal 12 April. Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia ini tertuang pada Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Kwartir Nasional Nomor 046 Tahun 2018 tentang Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia. Dalam SK Nomor 046 Tahun 2018 tersebut ada 3 hal yang ditetapkan yaitu:
Pertama: Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia atau disebut sebagai Hari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dilaksanakan pada setiap tanggal 12 April sebagai Hari Besar Gerakan Pramuka.
Kedua: Menginstruksikan kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk menyosialissikan dan memeringati hari besar tersebut dengan mengadakan suatu kegiatan berupa renungan mengenang jasa-jasa (alm) Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Ketiga: Surat keputusan ini berlaku sejak ditetapkan (Jakarta 6 April 2018)

Beberapa rangkaian dalam memperingati Hari Bapak Pramuka Indonesia, Kwarda DIY mengadakan sarasehan online dalam rangka Hari Bapak Pramuka Tahun 2022. Sarasehan tersebut menghadirkan 4 Narasumber yaitu: Kak Atalia Praratya (Kwarda Jawa Barat), Kak Siti Atikoh (Kwarda Jawa Tengah), Kak GKR Mangkubumi (Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Kak Ery Widaryana (Ketua Kwarcab Sleman). Tema utama yang diangkat dalam sarasehan online ini adalah Arah Baru bagi Pendidikan Kepramukaan untuk Lebih Menyatu dengan Masyarakat




Dalam paparan yang disampaikan oleh Kak Atalia, Pramuka Jawa Barat mengimplementasikan pengabdian masyarakat dengan salah satu bentuknya adalah membangun jembatan gantung yang menghubungkan antara Cirebon (Jawa Barat) dengan Brebes (Jawa Tengah)


Kak Atalia juga menyampaikan berbagai kegiatan lainnya yang diselenggarakan terkait dengan bagaimana Pramuka mengabdi dan berbakti di masyarakat. Sebagaimana diketahui bahwa pramuka harus berbakti tanpa henti, mengabdi tanpa batas.

Kemudian Kak Atikoh memberikan paparannya terkait dengan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di Kwarda Jawa Tengah. Seperti peduli penanggulangan bencana, bakti masyarakat, serta kegiatan lain yang bersinergi dengan banyak mitra.

Sementara itu Kak GKR Mangkubumi terkait dengan Kebijakan Perintisan Kampung Pramuka di Daerah Istimewa Yogyakarta yang disebutkan bahwa kampung pramuka merupakan wadah peran serta Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan pengabdian masyarakat dengan menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, serta media implementasi Satya dan Darma Pramuka yang dilakukan bersama-sama masyarakat.

Paparan akhir dalam Sarasehan Online yang digelar Kwarda DIY ini ditutup dengan penguatan terkait impelementasi Rintisan Kampung Pramuka di wilayah Kwarcab Sleman yang disampaikan oleh Kak Ery Widaryana.

Sumber: Pramuka.id/CST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *