Bengkulu Tengah, Minggu (18/12/2022) seluruh peserta dan pembina pendamping di subcamp Srikuncoro bertolak ke Desa Srikaton untuk mengikuti Kegiatan jumpa Tokoh di lapangan utama desa Srikaton. Yang menjadi Narasumber dalam kegiatan Jumpa tokoh yaitu Ka Kwarda Bengkulu Kak Hamka Sabri, M.Si , ketua Harian Kwarda Bengkulu kak Khairil Anwar, mantan Gubernur Provinsi Bengkulu kak Iskandar Ramis, AKBP M. Hasan S.H. Kasubdit bintibsos ditbinmas Polda Bengkulu dan Ka Kwarcab Bengkulu Tengah kak Nurmasyah.

Kak Nurmansyah menyampaikan Bengkulu Tengah merasa beruntung menjadi kabupaten yg ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah pelaksanaan Kemah Bela Negara. Dialog diawali dengan Pemaparan dari kakak-kakak narasumber mengenai peran serta Generasi muda Dalam Upaya Bela Negara. Menurut Kak Hamka ikut peran serta dalam penanggulangan Covid 19 merupakan salah satu upaya dalam Bela Negara. Bela negara merupakan salah satu kewajiban setiap warga negara, dengan tetap berpegang teguh kepada Bhineka Tunggal Ika.

Sementara kak Hasan mengatakan “Tidak terlibat dalam pergaulan negatif terjerumus dalam narkotika adalah salah satu wujud dari bela Negara.

Peran generasi muda dalam Bela Negara yaitu dengan melakukan pembiasaan yang baik seperti wawasan kebangsaan atau wawaasan Nusantara. Agar nantinya memiliki rasa Nasionalis yang tinggi terhadap bangsa. Menjaga kedaulatan negara dari hambatan-hambatan dari luar itulah Bela Negara” Pungkas kak Iskandar Ramis.

Setelah itu 6 peserta diberi kesempatan untuk bertanya kepada Narasumber. Perwakilan Kwarda Sumatera Selatan, Kwarcab Bengkulu Selatan, Kwarda Lampung. Salah satunya yaitu peran anggota pramuka dalam Upaya bela negara. Menurut kak Iskandar Ramis sikap dan prilaku Bela Negara kita terhadap bangsa, tidak harus dengan mengangkat senjata. Cukup dengan mengabdi sesuai profesi kita masing. Seorang pelajar belajar lah dengan sebaik-baiknya. Tidak melakukan perbuatan radikalisme dan anarkisme, tidak membully teman yang dirasa lemah.

Menanggapi pertanyaan dari Andria Fahlevi dari Kwarda Lampung, Alasan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara yaitu erat kaitannya dengan agresi militer ke-2. Penyebab Ibukota Negara dipindahkan dari Yogjakarta ke Bukittinggi, karena Presiden Soekarno ditahan oleh Belanda sehingga untk mengisi kekosongan pemerintahan dibentuk Pemerintahan Darurat di Sumatera Barat.
Yang menjadi unsur-unsur Bela Negara yaitu:

1. Cinta Tanah Air,
2. Sadar Berbangsa dan Bernegara,
3. Yakin Kebenaran Ideologi Bangsa dan Negara,
4. Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara,
5. Memiliki Kemampuan Bela Negara.

 

Setiap warga negara memiliki peran masing-masing sesuai profesi dan kemampuan. Anggota Pramuka merupakan cikal bakal kader Bela Negara yang mumpuni. Karena Bela Negara diawali dari diri sendiri dan mengasah keterampilan dalam segala bidang dan dikembangkan. Diakhir percakapan kak Hamka menekankan dan meyakinkan bahwa Indonesia memiliki kader Bela Negara sebanyak 1.200 Orang Anggota Pramuka keluar dari Bumi Raflesia.

Pewarta dan Foto: Eka Yulianti (Pusinfo Benteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *